Social Icons

Pages

Tampilkan postingan dengan label Guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Guru. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Desember 2013

Era Globalisasi, Guru Harus Mampu Membuat E-Learning




E-Learning, guru mungkin masih bingung jika mendengar kata ini, Guru-guru yang berumur 45 tahun ke atas, jika ditanya tentang E-Learning pasti kerut-kerut dahi sambil mencari kamus pengertian dari E-Learning ini. Okelah, kemajuan zaman dan pesatnya perkembangan arus Teknologi Informasi dan Komunikasi yang disebut dengan Era Globalisasi tidak dapat diikuti dengan baik. Disini saya akan jelaskan apa pengertian E-Learning dan apa manfaat metode pengajaran dengan menggunakan fasilitas teknologi E-Learning ini, bagaimana membuatnya dan apa keunggulan serta kelemahan dari E-Learning ini. Belum terlambat untuk belajar, saya akan coba memberikan tulisan ini bagi blogger secara bertahap atau berseri.
            E-Learning itu sendiri adalah Electronic Learning yang jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia pengertian harafiahnya adalah Sistem Pembelajaran Elektronik, yang artinya cara pembelajaran Jarak Jauh (distance Learning), dimana Pengajar (Guru) tetap mampu memberikan pembelajaran kepada Siswa (peserta didik) tanpa harus bertatap muka, tanpa harus face to face, namun proses belajar mengajar yang tetap berlangsung dengan memanfaatkan hasil perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Teknologi Komputer, Jaringan Komputer, Internet adalah sistem yang akan digunakan dalam E-Learning ini. Intinya E-Learning ini, interaksi Guru sebagai Pendidik dengan Peserta didik tetap terjalin, tetap ada walaupun hanya menggunakan jaringan komputer dan Internet tanpa harus terjadi kontak fisik, dengan E-Learning, Guru tetap mampu mengajar dan Murid menerima pembelajaran tanpa harus hadir di kelas, memperhatikan setiap perkataan Guru, namun dengan E-Learning, komunikasi lebih simpel, materi pelajaran juga dapat lebih singkat dipaparkan, menghemat biaya, lebih efektif, lebih berkualitas dan Guru bisa memiliki kreatifitas dan inspiratif dalam hal mengajar.
            Dengan konsep E-Learning, interaksi Guru dan Murid tidak terbatas oleh ruang dan waktu, selain itu E-Learning memberikan kemudahan dan telah mendukung era digital, dimana nantinya semua file atau dokumen dapat disimpan dan kapan saja dapat ditampilkan kapanpun mau, tanpa harus menulis dan menghapus materi lagi seperti pembelajaran biasa. Kemudahan yang didapat Guru adalah :
1.     Dengan E-Learning, Guru dapat menjangkau peserta didik dalam cakupan yg luas (global audiance).
2.     Guru mampu menginspirasi peserta didik untuk lebih giat belajar komputer atau belajar menggunakan komputer dan internet lebih sehat.
3.     Guru bisa memberikan materi kapan dan dimana, tugas dan jawaban serta mampu mengaplikasikan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi tersebut di era globalisasi.
4.     Dengan adanya E-Learning bagi peserta didik, mereka bisa mengaktualkan diri dalam berkreasi sehingga tidak takut akan pengawasan guru.
5.     Bagi guru, pembelajaran dengan E-Learning, Guru mampu lebih singkat dalam menjelaskan materi pembelajaran, Guru memiliki waktu lebih untuk membuat bahan ajar, lebih singkat menerangkan pembelajaran dan dapat digunakan untuk proses waktu yang lebih lama.
Intinya, dalam era globalisasi ini, pembelajaran yang aktif, kreatif dan inspiratif sangat dituntut, terutama dengan adanya kurikulum 2013, Guru sangat dituntut untuk berkreativitas sehingga dunia pendidikan kita semakin meningkat dari negara-negara lain.
Semoga bermanfaat.

Kamis, 04 Juli 2013

Ajakan dan Himbauan SBY Untuk Guru

Dukungan para guru yang tergabung dalam wadah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) terhadap Program Penddidikan Menengah Umum (PMU) dan pelaksanaan Kurikulum 2013 muncul dalam pembukaan Kongres XXI PGRI di Istora Senayan, Jakarta (03/07).
Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono mengajak para guru untuk menyukseskan dua program Kementerian Pendikan dan Kebudayaan itu. Program PMU merupakan program pemerintah untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada penduduk usia 15-18 tahun untuk mengenyam pendidikan menengah.
“Mari kita sukseskan program PMU, serta kurikulum yang lebih tepat. Saudara adalah pelaku yang mengubah jalannya sejarah karena Indonesia akan memiliki sistem pendidikan selama 12 tahun dengan kurikulum yang lebih tepat,” ungkap presiden.
Pembukaan kongres di Istora Senayan, Jakarta diikuti sekira 8.000 orang. Sebanyak 1.800 peserta dan sekitar 6.000 peninjau. Para peserta dan peninjau dari Pengurus Besar PGRI, Badan Penasihat PGRI, utusan PGRI provinsi, kabupaten dan kota, serta utusan pengurus asosiasi dan profesi keahlian sejenis.
Menurut presiden, program PMU dijalankan untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) sekolah menengah  mencapai 97 persen. Tanpa program ini, persentase APK tersebut baru dicapai pada 2040.
“Saudara sanggup semua?” tanya presiden.
“Sanggup!” jawab peserta.
“Alhamdulillah. itu untuk anak-anak kita. Untuk masa depan kita, untuk bangsa yang kita cintai,” ungkap presiden.
Presiden juga meminta PGRI untuk terus meningkatkan kapasitas dan kinerja guru, ikut meningkatkan integritas dan kode etik guru, serta dijauhkan dari politik praktis agar tidak mengganggu kinerja dan profesionalitas para pendidik.

http://www.majalahguruku.com/index.php/component/k2/item/178-ajakan-dan-himbauan-sby-untuk-guru 
"Saya ingatkan agar para guru, kepala sekolah, pejabat dinas pendidikan, menjauhkan diri dari politik praktis, jangan libatkan diri dalam pilkada, dalam arti menjadi tim sukses dan sana dan sini, guru-guru akan bingung," ungkapnya.
 
Menurut presiden, pemilihan kepala daerah seringkali digunakan menjadi ajang untuk memaksa sejumlah pejabat bidang pendidikan atau guru untuk menjadi tim sukses. Presiden juga telah mendapatkan sejumlah laporan terjadinya pemaksaan terhadap guru untuk menjadi tim sukses.
Presiden menegaskan bila ada guru yang dipaksa jadi tim sukses dan bila tidak mau akan dimutasi, atau mendapatkan perlakuan tidak adil karena pilihannya dalam pilkada, diminta melaporkan hal itu kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri dan ditembuskan kepadanya .
"Ini tidak boleh terjadi. Hari ini saya sampaikan kepada para guru, sahabat-sahabat saya di seluruh Indonesia kalau mengalami nasib seperti itu, lapor ke Mendikbud, Mendagri tembuskan ke saya, tapi jangan fitnah, faktual setelah melapor berikan konferensi pers bahwa ada perlakuan yang tidak benar, sekali lagi itu fakta dan bukan fitnah tentunya," katanya.
Sementara itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menyampaikan, program PMU akan dimulai pada tahun pelajaran baru ini. “Cita-citanya sederhana. Kita harapkan tahun 2020 anak-anak Indonesia usia 15-18 tahun, 97 persen mereka sudah bisa masuk ke jenjang pendidikan menengah,” katanya.
Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Sulistyo mengajak para guru untuk meningkatkan kinerja dan kompetensi sebagai guru yang baik. Dia juga meminta untuk mewujudkan organisasi profesi guru Indonesia, yang dinamis terpercaya, kuat, dan bermartabat untuk menyempurnakan pengabdian dalam mewujudkan guru yang profesional sejahtera dan terlindungi.(*)
 
Blogger Templates