Social Icons

Pages

Sabtu, 10 April 2021

Keberkaitan Kerusakan Ekosistem Akibatkan Pandemi Global Covid-19, Mari Sama-Sama Jaga Lingkungan Sekitar

 

Pentingnya Pemeliharaan Keanekaragaman Hayati Untuk Menjaga Ekosistem dan Menjaga Bumi dari Kerusakan. sumber gambar : https://www.msig.co.id/id/biodiversity#ecosystems

Benarkah ada keterkaitan kerusakan ekosistem alam kita menjadi penyebab munculnya pandemi global Covid-19? Pertanyaan ini gencar-gencarnya menjadi pertanyaan publik yang harus dijawab dengan data dan fakta jikalau memang pandemi yang menyerang hampir seluruh negara ini adalah akibat ulah manusia yang ikut berperan penting merusak alam hingga munculnya Pandemi Global Covid-19 yang menyerang 212 negara di dunia dan menginfeksi sebanyak hampir 4 juta jiwa data per Mei tahun 2020 lalu.

Pandemi Covid-19 telah mengajarkan kita untuk kembali menjaga diri kita dengan lebih bersih dan lebih berhati-hati, plus menjaga alam agar alam tidak marah dan memberikan dampak negatif atas perilaku buruk kita. Tidak dapat disangkal bahwa Pandemi Covid-19 telah mengajarkan kita akan pentingnya Pelestarian lingkungan demi masa depan yang berkelanjutan. Lantas bagaimana alam bereaksi memberikan pembelajaran kepada kita untuk lebih berhati-hati dalam memanfaatkan seluruh isi bumi ini kepada kita?

Lantas benarkah kerusakan alam semesta ini, dimana kerusakan keanekaragaman hayati menjadi penyebab munculnya Pandemi Covid-19? Sebelum Anda dan kita semua menyimpulkannya, maka saya akan mencoba membeberkan beberapa fakta penyeberan virus-virus sejenis yang terlebih dahulu menyerang isi bumi ini.

Dari hasil Publikasi Ilmiah menyebutkan 60 persen EID (emerging infectious disease) berasal dari hewan dan 70 persennya merupakan satwa liar. Sebagai contoh, HIV diketahui sejarah pandemi ini diperkirakan dari tahun 1920, dimana penyebaran HIV muncul pertama kalinya di Kinshasa, sebuah pusat dan kota terbesar di Republik Demokratik Kongo. Identifikasi awal ditemukan identik dengan HIV adalah rangkaian virus yang ditemukan dalam tubuh hewan simpanse. Lalu menyebar dari satu makhluk ke makhluk hidup lainnya melalui perburuan dan hubungan seksual antar hewan.

Sementara pada diri manusia, tertular lewat cipratan darah atau cairan dari tubuh simpanse yang terinfeksi HIV masuk ke tubuh pemburu melalui luka. Dari tubuh manusia yang terinfeksi virus HIV, tidak sadar lalu menularkan ke tubuh manusia lainnya melalui kontak fisik atau lewat keringat hingga menyebar ke seluruh dunia.

Pun dengan Pandemi Covid-19, diduga erat keterkaitan antara bumi yang sudah rusak akibat ulah manusia dengan mengganggu keseimbangan ekosistem alam yang dihuni oleh Keanekaragaman hayati. Ulah manusia yang memburu binatang-binatang itu harusnya menjadi pembelajarna untuk kita agar menghentikan pemburuan liar di dunia ini. Kasus pertama muncul dari Pasar Basah, Wuhan yang memperjual-belikan hewan-hewan buruan yang terinfeksi virus corona ini.

Lalu, virus tersebut berpindah dari hewan ke manusia hingga mengakibatkan Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Penyebarannya yang begitu cepat mengedukasi kita agar mematuhi protokol kesehatan yang ketat agar tidak tertular, dimana kita harus melaksanakan 5M agar terhindar dari penyebaran dan mengedukasi kita agar dapat melihat melihat arti lebih dalam segala hal.

Memakai masker saat berada di luar rumah, mencuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir, menjaga jarak, mengurangi dan tidak ikut dalam kerumunan, serta mengurangi aktifitas di luar rumah menjadi hal penting yang harus kita terapkan dan edukasi kepada keluarga dan teman-teman agar bumi tetap sehat dan demi masa depan yang berkelanjutan tentunya dengan melakukan pelestarian lingkungan.

Diantaranya adalah dengan menjaga bumi kita, melestarikan lingkungan hidup sekitar kita dengan menjaga kebersihan, mampu mengolah sampah sendiri dan yang paling penting menjaga keanekaragaman hayati di bumi yang kita cintai ini terdiri dari jutaan spesies tumbuhan, hewan, serangga, dan mikroorganisme yang tersebar di berbagai habitat yang berbeda, baik yang ada di hutan, sungai, hingga gurun dan lautan. Jadi jika keanekaragaman hayati rusak? Maka bumi juga rusak, seperti yang kita alami sekarang, dimana Pandemi Covid-19 telah menyerang dan mengancam kita serta keberlanjutan Generasi mendatang.

Jadi, demi masa depan yang berkelanjutan, adalah tugas kita bersama untuk saling menjaga alam, bumi dan melakukan pelestarian lingkungan demi masa depan yang berkelanjutan. Program MSIG Indonesia dalam memberikan edukasi pentingnya biodiversitas demi generasi mendatang plus Demi masa depan yang berkelanjutan.

Program-program manis dari MSIG Indonesia ini tentunya sangat bermanfaat dan memberi garansi serta Asuransi Umum agar bumi menjadi baik dengan pelestarian lingkungan ala Program MSIG Indonesia.

Apa saja program MSIG Indonesia? MSIG Indonesia memiliki Misi untuk berkontribusi terhadap perkembangan masyarakat yang dinamis dan membantu memastikan masa depan yang sehat bagi planet kita, menciptakan keselamatan dan ketenangan pikiran. Sebagai perusahaan asuransi yang melihat arti lebih dalam segala hal, kami menyadari bahwa perlindungan terhadap keanekaragaman hayati bersifat fundamental untuk mengembangkan ekosistem, karena ekosistem ini merupakan penyedia sumber daya vital seperti makanan, air dan obat-obatan. Inilah kunci untuk memastikan masyarakat yang berkelanjutan serta keberlangsungan hidup kita.

Jadi, untuk menghentikan penyebaran Pandemi Covid-19 ini, harus memiliki kebulatan tekad untuk menerapkan protokol kesehatan dan berpikir jernih untuk melihat arti lebih dalam segala hal termasuk aksi-aksi positif yang harus kita lakukan dari hal-hal kecil untuk merawat bumi dengan memberikan edukasi yang baik kepada anggota keluaga dan masyarakat untuk melakukan pelestarianlingkungan dan menjaga keanekaragaman hayati demi masa depan yang berkelanjutan dan kehidupan generasi yang akan datang....

Selasa, 30 Maret 2021

Mewujudkan Mimpi 2021, Mengajar dan Berkarya Bersama ASUS ZenBook Flip S (UX371), Harus Optimis

 

Tahun 2021 telah kita lalui selama tiga bulan, Saatnya Menggapai Mimpi Mendapatkan Laptop Baru Berkualitas dan Mampu Mewujudkan Pembelajaran Yang Mumpuni Bersama ASUS ZenBookFlip S (UX371)

Pandemi global Covid-19 benar-benar menghantam seluruh sendi-sendi kehidupan kita. Bagaimana tidak? Pandemi belum berakhir, malah makin trengginas dan mengincar segala aktivitas kita, sehingga mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus menerapkan protokol kesehatan agar tidak tertular dan tidak menjadi korban keganasan virus yang penularannya bisa lewat droplet saat seseorang batuk, bersin, bernyanyi, berbicara, hingga bernafas. Sehingga ketika keluar dari rumah kita harus mengenakan masker untuk menghindari tertular akibat droplet tersebut.

Yang paling mendapatkan pukulan telak dari pandemi global ini, tentunya sektor pendidikan bukan? Bagaimana tidak? Seperti kita tau bersama, penerapan Learning at Home atau belajar dari rumah telah membuat orang tua dan guru pontang-panting, berkolaborasi dan berinovasi dengan teknologi untuk dapat memudahkan anak-anak tetap belajar walau dimasa pandemi global yang telah menyerang 216 negara di dunia, termasuk Indonesia dan telah berlangsung lebih dari setahun ini.

Kita tidak boleh kalah! Begitulah kira-kira dalam benak Guru dan Orang Tua yang terus memotivasi anaknya untuk belajar dan memaanfaatkan semua perangkat dan aplikasi yang tersedia untuk mengajar secara online. Kesulitan pasti ada dan kita semua diarahkan agar fasih dan terbiasa menggunakan perangkat teknologi yang tersedia untuk tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar walau dari jarak jauh.

Alasan Mendapatkan Laptop ASUS ZenBook Flip S (UX371) di Tahun 2021 ini, My 2021 Resolution
 

Kita tidak boleh menyerah oleh keadaan! Begitulah kesepakatan semua Guru di sekolah tempat saya mengajar, pun dengan Orangtua peserta didik untuk berkolaborasi bersama-sama bersinergi untuk tetap mendukung dan mengutamakan kepentingan belajar anak selama pandemi ini dengan belajar jarak jauh (daring) memanfaatkan berbagai aplikasi, mulai dari membuat Whatsapp Group, Google Classroom, hingga sekarang memanfaatkan Microsoft Teams agar pembelajaran tatap muka lewat Teams bisa terwujud, plus pemberian materi dan tugas dapat lebih terkoordinir dan lebih terfokus dan terarah.

Namun, tetap banyak masalah timbul saat pembelajaran berlangsung, dimana siswa masih banyak yang tidak paham dan bermalas-malasan dengan sejuta alasan, mulai dari ketersediaan paket data internet, alat komunikasi seperti smartphone yang tidak memadai, android yang tidak ada hingga laptop yang tidak punya.

Sementara saya juga mengalami kendala saat mengajar, dimana laptop yang saya gunakan sudah mulai lelet atau lambat, mungkin karena usia laptop yang sudah menemaniku semenjak tahun 2014, jadi kalau ditotal umur laptop ini sekitar 7 tahun bersamaku, sementara di tangan empunya yang pertama ada sekitar 3 tahun, jadi jika ditotal sudah berumur 10 tahun lebih laptop ini tercipta.

Padahal tuntutan dalam pembelajaran jarak jauh, dimana materi yang harus saya ajarkan itu bentuk presentasi dan video pembelajaran. Belum lagi presentasi atau video pembelajaran itu harus ada animasi, media pembelajaran yang menyenangkan dan membuat game-game pembelajaran, terutama untuk anak-anak saya di rumah yang masih duduk di Sekolah Dasar menjadi tantangan tersendiri dan banyak suka-duka yang saya alami dengan laptop yang sudah tergolong uzur ini.

Saatnya Beralih ke Laptop Keren, ASUS ZenBook Flip S (UX371) Untuk Memudahkan Kegiatan Selama Pandemi, My 2021 Resolution

 

Pernah saya ketika membuat game dengan memanfaatkan sebuah aplikasi, tiba-tiba laptop ini hang dan pernah juga layarnya tiba-tiba berubah warna. Belum lagi ketika saya membuat karya-karya, laptop ini sering berulah, sehingga saya lebih banyak menggunakan PC atau komputer di Lab Sekolah, karena spesifikasinya lebih bagus dan lebih cepat dibandingkan dengan laptop saya ini.

Jangan pernah berhenti berharap dan tetap berjuang! Begitulah tekad saya sehingga di awal tahun 2021 ini saya memiliki impian, memiliki laptop baru! Dan keinginan saya sepertinya membuncah ketika mengetahui adanya produk baru dari Asus, bernama ZenBook Flip S (UX371).

Harapan Mendapatkan Produk Unggulan, ZenBook Flip S (UX371)

My 2021 Resolution is to get a new laptop”, begitulah di awal tahun 2021 ini resolusi saya untuk mengganti laptop baru ini. Namun, bukan sembarang laptop, minimal laptop yang mampu mendukung apa yang ada di benak saya dan apa yang akan saya lakukan ke depannya.

Kemudahan Mewujudkan Ide-Ide Kreatif Bersama ASUS ZenBook Flip S (UX371), My 2021 Resolution

 

Dan, itu semua terjawab dengan munculnya produk terbaru dari Asus, bernama ASUS ZenBook Flip S (UX371). Wow, keren.. begitulah penilaian saya ketika melihat gambar tampilan produk Asus yang baru launching laptop convertible premium terbaru ZenBook yang top banget! Saya pasti suka dan sangat ingin memilikinya, karena pastinya disamping desain yang mewah, elegan, dan premium, pastinya spesifikasi dari ASUS ZenBook Flip S (UX371) sangatlah membuat saya penasaran untuk menguliknya agar saya dan pembaca sekalian mengetahui apa keunggulan dari produk Asus yang satu ini.

Era, dimana laptop bukan menjadi barang mahal, tapi sudah menjadi perangkat komputasi yang paling diandalkan saat ini dalam menghadapi pandemi yang memaksa kita untuk berkegiatan dari rumah, mengharuskan kita pandai dalam memilih dan memilah jenis laptop yang bisa kita andalkan dalam menyelesaikan segala aktifitas kita yang berhubungan dengan dunia IT. 

Dengan Laptop Keren dan Terkesan Mewah serta mampu dilipat 360 derajat membuat kita bisa bekerja dalam posisi apapun, disamping itu manfaat Pen Tablet juga mampu membuat kita bekerja dan menghasilkan ide-ide kreatif diwujudkan dalam kanvas laptop.

 

Pertama yang saya bahas dari produk ASUS ZenBook Flip S (UX371) ini tentunya tampilan dalamnya. Apa yang menjadi kelebihan produk ini? Pastinya ZenBook Flip S yang khas ini menggabungkan kecanggihan elegan dengan desain baru yang membuatnya lebih diminati dari produk sebelumnya. Layar NanoEdge 4K UHD OLED dan Engsel ErgoLift 3600 membuat ZenBook Flip S ini sangat ringkas dan serbaguna karena memungkinkan kita untuk bekerja atau bermain dalam mode apapun yang kita pilih: laptop, tenda, dudukan, atau tablet, sebab Engsel ErgoLift juga telah diuji penyiksaan untuk memastikan keandalan maksimum untuk ketenangan pikiran.

Kedua, ZenBook Flip S dikemas dengan komponen berperforma tinggi, termasuk Prosessor Intel Core i7 Generasi ke-11 terbaru. Belum lagi grafis intel Iris Xe plus RAM berkecepatan tinggi hingga 16 GB menjadi senjata ampuh bagi saya untuk bisa lebih giat lagi untuk belajar dan belajar dan ini tentunya menghadirkan kinerja yang mudah untuk menghasilkan kreativitas dan inovasi tinggi versi angan-angan saya.

Dan kehadiran ASUS ZenBook Flip S (UX371) merupakan sebuah solusi pintar, dimana ASUS ZenBook Flip S (UX371) menjadi Komputer masa kini memiliki tampilan berbeda karena mereka memang berbeda. Dengan solid-state drive (SSD) dan teknologi terkini, Anda mendapatkan kecepatan, keamanan, ketahanan, dan desain yang cantik. Kami telah melakukan jajak pendapat, dan hasilnya, orang-orang lebih senang saat bepergian dengan PC modern.

PC modern juga dilengkapi dengan pena digital yang memiliki banyak manfaat. Sentuhan khas tercipta saat Anda membuat sketsa atau coretan pada dokumen dengan pena digital. Penelitian juga menemukan adanya peningkatan kinerja hingga 38% pada pelajar ketika mereka menggunakan pena digital untuk mengerjakan soal-soal sains. Semua ide berupa kalimat, kini saatnya untuk tuangkan inspirasi segera dalam sketsa atau coretan pena digital di PC modern.

Kamera inframerah di ZenBook Flip S (UX371) juga berguna sebagai fitur keamanan. Didukung oleh fitur Windows Hello, kamera inframerah di ZenBook Flip S (UX371) memiliki kemampuan untuk memindai wajah penggunanya secara presisi, bahkan dalam kondisi kurang cahaya.

 

Yang paling membuat kita ngiler tentunya dengan High-speed SSD storage yang ditanam di tubuh ASUS ZenBook Flip S (UX371). Tau kan SSD storage? Itu loh perangkat penyimpanan data yang menggunakan serangkaian IC sebagai memori yang digunakan untuk menyimpan data atau informasi. Perangkat SSD (Solid State Drive) menanamkan chip memori berbasis silikon sebagai media penyimpanan untuk menulis dan membaca data persisten. SSD ini dikenal juga dengan flash drive atau kartu flash, dimasukkan ke dalam slot di komputer server dan sekarang ada di produk ASUS ZenBook Flip S (UX371) ini.

Nah konon katanya penyimpanan SSD PCle 3.0 x4 secepat kilat saat ZenBook Flip S ini melakukan proses booting yang hanya dalam beberapa detik saja, dan aplikasi langsug dimuat hampir secara instan. ZenBook Flip S membantu mempercepat alur kerja kita untuk produktivitas yang luar biasa.

Tak kalah penting dan menariknya dari produk ASUS ZenBook Flip S (UX371) ini adalah munculnya ASUS Pen dan Windows Ink. ASUS Pen adalah stylus aktif dengan desain aluminium tipis dan elegan yang memberikan kesan premium. Ini adalah aksesori kreatif yang sempurna, memungkinkan kita untuk menggambar, menulis, atau membuat anotasi secara akurat di aplikasi apa pun yang didukung. 

Layar ZenBook Flip S (UX371) juga dapat menjaga kesehatan mata penggunanya karena telah mengantongi sertifikasi dari TÜV Rheinland untuk flicker free dan low blue light. Artinya, layar ZenBook Flip S (UX371) memiliki layar yang minim emisi gelombang cahaya biru dan tidak menghasilkan efek flicker.

 

Sementara Windows Ink memungkinkan kita untuk membuat catatan tempel, atau menangkap ide dan detail – saat itu terjadi. Kita juga bahkan bisa mengambil dan mengedit tangkapan layar, lalu membagikannya dengan satu klik saja.

Keberadaan ASUS Pen dan Windows Ink pada produk ASUS ZenBook Flip S (UX371)  ini menjadikan saya dapat membayangkan kemudahan yang diberikan saat kita mengajar di masa pandemi seperti ini, dimana untuk mata pelajaran sulit seperti Matematika, Kimia, Fisika, yang banyak menggambar, plus Seni Budaya di tingkat SMA akan teratasi dengan adanya ASUS Pen ini.

Fitur Edge-to-Edge Keyboard, yaitu desain keyboard terbaru yang lebih lebar dan memiliki ukuran tombol lebih luas. Fitur ini memaksimalkan ruang yang sangat terbatas pada ZenBook Flip S (UX371) agar dapat menghadirkan pengalaman mengetik terbaik.

 

Plus Baterai berkapasitas tinggi di ZenBook Flip S bakal tidak akan menyiksa Anda karena mampu membuat laptop hidup dalam waktu yang lama, karena teknologi pengisian cepatnya memungkinkan Kita mengisi ulang hingga 60% kapasitas hanya dalam 49 menit, sehingga dapat menghemat energi. ZenBook Flip S juga mendukung ASUS USB-C® Easy Charge, sehingga Anda dapat mengisi daya dengan cepat menggunakan pengisi daya bersertifikasi USB-C Power Delivery atau mengisinya dengan pengisi daya USB-C standar seperti pengisi daya di dalam pesawat, pengisi daya portabel atau bank daya.

ZenBook Flip S (UX371) memiliki port lengkap sehingga penggunanya tidak perlu lagi menggunakan dongle. Tidak hanya dua port Thunderbolt 4 USB Type-C, ZenBook Flip S (UX371) juga masih dibekali dengan port HDMI dan USB Type-A.

 

Sebagai penutup untuk mendapatkan laptop terbaru ASUS ZenBook Flip S (UX371)  ini tidaklah mudah, harus merogoh kocek banyak karena memang kualitas dan sentuhan kemewahan yang dia berikan sepadan dengan harga yang ditorehkan. 

ASUS ZenBook Flip S (UX371) mampu bekerja secara responsif dan memiliki daya tahan baterai yang panjang, dalam pengujian, ZenBook Flip S (UX371) yang menggunakan layar OLED beresolusi 4K mampu bertahan hingga 9 jam 52 menit menggunakan PCMark Battery Test pada mode Modern Office.
 

Lantas apakah Resolusi 2021 untuk mendapatkan laptop terbaru setara dengan ASUS ZenBook Flip S (UX371)  akan terwujud? Tentunya harapan dan doa akan terkabul jika dipanjatkan dengan tulus hati, sehingga segala impian dan cita-cita untuk mengajar dan berkarya bersama ASUS ZenBook Flip S (UX371)  terwujud juga.. semoga...

Spesifikasi ASUS ZenBook Flip S (UX371) Demi My 2021 Resolution

 

“Artikel ini diikutsertakan dalam ASUS ZenBookFlip S (UX371) Blog Writing Competition bersama deddyhuang.com”

Senin, 29 Maret 2021

Aplikasi Pendidikan Lingkungan Hidup, Sadarkan Generasi Muda Miliki Tanggung Jawab Tangani Sampah Sendiri

 

Hasil Daur Ulang Sampah Organik, dimana SMA Negeri 13 Medan menghasilkan Kompos. Sampah Anorganik Banyak karya dari kain-kain bekas, plastik dan karton Dijadikan Karya Bagus. Sumber: Dokpri

Bagaimanapun pendidikan memiliki peranan sangat penting dalam mendukung upaya melestarikan lingkungan sekitar kita. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa lingkungan alam sekitar kita dan dunia saat ini sedang mengalami kerusakan dan salah satu penyebabnya dipastikan karena masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga dan mengelola lingkungan hidup kita. Padahal, dari sekolah tingkat dasar hingga sekolah menengah dan kejuruan telah diterapkan Pendidikan Lingkungan Hidup dengan harapan terbangunnya populasi masyarakat Indonesia yang sadar dan peduli terhadap lingkungan total (keseluruhan) dan segala masalah yang berkaitan dengannya, dan masyarakat yang memiliki pengetahuan, ketrampilan, sikap dan tingkah laku, motivasi serta komitmen untuk bekerja sama, baik secara individu maupun kolektif, untuk dapat memecahkan berbagai masalah lingkungan saat ini, dan mencegah timbulnya masalah baru. (UNESCO,  Deklarasi Tbilisi, 1977)

Salah satu indikator suksesnya penerapan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) di sekolah-sekolah, dari tingkat dasar hingga menengah adalah kemampuan anak untuk membuang sampah pada tempatnya, plus bisa membedakan dan memilah mana sampah organik – sampah yang bisa terurai atau bisa dijadikan kompos, seperti sisa makanan, dedaunan, sayuran, dan sebagainya. Lalu ada sampah anorganik – sampah yang sulit membusuk dan tidak bisa terurai, jika tidak dikelola dengan baik, maka jenis sampah ini bisa merusak lingkungan, ekosistem hewan dan manusia. 

Tempat Penampungan Sampah Di SMA Negeri 13 Medan. Siap Untuk Memilah dan Mengolah sampah Sendiri. Dokpri

 

Masih segar di ingatan kita bukan, ketika seekor Paus Sperma yang mati di Wakatobi dengan perut penuh dengan sampah plastik. Lalu beberapa saat kemudian, ditemukan juga Paus Sei yang sudah langka ditemukan dalam keadaan lemah karena tenggorokan tertutup plastik. Ini contoh kasus kecil bagaimana sampah plastik telah terakumulasi dengan cepat di lautan yang memancing lebih dari 200 spesies hewan memakan plastik, termasuk penyu, paus, anjing laut, burung dan ikan. Sementara analisis global tahun 2014 menyatakan bahwa plastik di laut sebanyak seperempat miliar metrik ton, berukuran partikel beras.

Jadi, jika dari sekarang kita tidak melakukan pengelolaan sampah yang baik dan mengakali pemanfaatan sampah anorganik, meliputi plastik, karton, logam, dan lain sebagainya, serta bisa mendaur ulangnya? Maka tidak heran apabila ramalan bahwa di tahun 2050 jumlah plastik di lautan akan lebih banyak dari jumlah spesies hewan di lautan akan terbukti.

Kenapa? Karena budaya nyampah yang masih membekas dan belum bisa dientaskan, walau Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) telah diterapkan, namun kenyataannya masih banyak masyarakat kita tidak sadar akan bahaya sampah dan masih tega membuang sampah sembarangan, walau disekitar kita sudah disediakan tempat-tempat sampah dan kita juga belum bisa memilah, mana sampah yang gampang diurai dan mana sampah yang tidak bisa diurai, namun butuh penanganan dan butuh kesadaran kita untuk bertanggungjawab terhadap sampah plastik yang kita gunakan dengan menerapkan Personal WasteManagement.

Tempat Penampungan sampah Organik dan Anorganik, Tempat Penampungan Sampah harus rapi dan bersih. Dokpri

 

Sangat miris ketika seorang ibu tega memberi makan seekor Kuda Nil di Taman Safari, Bogor dengan melempar sampah plastiknya. Sungguh tidak manusiawi ketika sampahnya dia lemparkan menjadi makanan hewan yang dipelihara dan mungkin hampir punah itu. Padahal, jika memang dia memiliki kepedulian akan sampah pribadinya, maka si ibu ini tidak perlu melemparkannya, tapi membawa sampah kita ke rumah dan mengatasinya sendiri, atau membuang sampah ke tempat yang telah disediakan di Taman Safari tersebut.

Karena sudah saatnya kita menerapkan pengelolaan sampah sendiri atau Personal Waste Management. Apa itu? Adalah sebuah keharusan untuk mengurangi sampah sendiri, berawal dari sampah rumah tangga, dimana kita di rumah harus bisa mengurangi sampah yang sampai di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) agar tidak menggunung dengan mengurai sampah sendiri, dimana kita harus memilah mana sampah organik yang bisa dijadikan kompos bagi bunga-bunga yang ditanam isteri dan anak di rumah. 

Mesin Pencacah Sampah dan Tempat-Tempat Sampah disusun rapi Ketika Sekolah Tatap Muka dibuka, SMA Negeri 13 Medan kembali siap untuk mengolah sampah sendiri. Dokpri

 

Lalu sampah-sampah sisa makanan dan daun-daun yang ada di sekitar rumah, dikumpulkan dalam satu wadah untuk dapat dijadikan kompos. Sementara botol-botol plastik dikumpulkan untuk bisa dijual kembali, sementara plastik-plastik bekas kantongan dikumpulkan juga untuk dirapikan dan dibuatkan dalam satu tempat yang bisa digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak makanan binatang peliharaan. Kebetulan saya memelihara anjing sebagai penjaga rumah yang kini telah melahirkan anak, sehingga makanan anjing bisa dimasak dengan menggunakan kantongan-kantongan plastik ataupun bahan anorganik lainnya.

Pengelolaan sampah sejak dini sudah harus dilaksanakan sehingga slogan zero waste lifestyle bisa terwujud dengan melakukan pengelolaan sampah dari rumah atau biasa disebut dengan Waste Management Indonesia sehingga sampah-sampah dari rumah tangga tidak menumpuk dan menjadi persoalan besar di TPA. 

Tempat Pembuangan Sampah, Siswa harus dapat membuang sampahnya ke tempat sampah yang telah dibuatkan jenisnya, Sampah Anorganik, Organik dan Sampah B3. Dokpri

 

Namun ketika rumah tangga tidak lagi menjadi penyumbang sampah, bagaimana peran tukang produksi sampah lainnya seperti pabrik-pabrik makanan, minuman, farmasi, tekstil dan sebagainya yang nyata menghasilkan sampah?

Menurut Waste4Change yang dicetuskan oleh PT Greeneration Indonesia & Ecobali (PT Bumi Lestari Bali) tahun 2014, yang bergerak untuk membentuk perusahaan pengelolaan sampah yang memiliki misi mengurangi jumlah sampah yang berakhir di TPA, dengan strategi Perubahan Ekosistem Pengelolaan Sampah yang Bertanggung Jawab dengan Berlandaskan Kolaborasi dan Teknologi Menuju Penerapan Ekonomi Melingkar (Circular Economy) dan Indonesia Bebas Sampah, mendukung daur ulang sampah berlabel merek agar tidak disalahgunakan sesuai dengan yang diatur oleh Peraturan Pemerinta Indonesia No. 81 Tahun 2012 tentang Peran Produsen. Ada EPR Indonesia (ExtendedProducer Responsibility Indonesia) di sana, dimana Waste4Change menyediakan fasilitas sebagai berikut: (1) Sistem pengelolaan sampah yang komprehensif di lini distribusi; (2) Meningkatkan jumlah sampah yang dapat diproses melalui metode daur ulang; (3) Pengelolaan sampah yang bertanggung jawab untuk sampah residu (sampah yang sulit didaur ulang) tanpa mengirimnya ke TPA (berdasarkan permintaan).

Tempat Sampah harus dapat menjadi tempat penampungan sampah siswa agar siswa bisa membuang sampahnya dan sebisa mungkin meminimalisir sampah. Dokpri

 

Dengan visi Menjadi Pemimpin dalam Menyediakan Solusi Pengelolaan Sampah yang Bertanggung Jawab, Waste4Change memiliki banyak program dan layanan yang sangat membantu kita dalam upaya meminimalisir sampah kita ke TPA. Perusahaan ini membantu kita dalam mengelola sampah. Baik itu individu maupun perusahaan.

Walau saya sudah bisa mengelola sampah sendiri, dengan mengajarkan kebaikan yang dimulai dari rumah, dimana anak-anak kembali saya ajarkan untuk membuang sampah pada tempatnya, memasukkan sampah organik ke tempat sampah organik dan sampah plastik atau botol plastik ke tempat sampah anorganik, lalu memilah-milah sampah serta tetap menjaga kebersihan sekitar merupakan prioritas sehingga ketika dewasa mereka juga tau menjaga lingkungan dengan menjaga sampah mereka.

Sehingga Pendidikan Lingkungan Hidup itu tetap terwujud, walau sekarang di masa pandemi global ini, kita sebagai orang tua tetap mengajarkan anak-anak agar menjaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah dengan baik dengan program Waste4Change.

Personal Waste Management akan terwujud apabila dari keluarga itu ada kolaborasi apik untuk bersama-sama memilah sampah dan membuang sampah pada tempatnya. Gotong royong di rumah untuk membersihkan lingkungan, memilah sampah organik dan anorganik, sampah organik dijadikan kompos, sementara sampah anorganik, dilihat jenisnya, jika botol plastik dapat dijual kembali, sementara plastik-plastik dikumpulkan dan dijadikan bahan bakar untuk memasak nasi peliharaan adalah sebuah ide kecil, namun mampu menjadi pengelolaan sampah yang baik demi mengurangi jumlah sampah.

Apakah Anda tertarik menggunakan program Waste4Change

Hal-hal besar akan terwujud, jika kita sukses memulainya dari hal-hal kecil....sekian..


 

"Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Blog Waste4Change Sebarkan Semangat Bijak Kelola Sampah 2021
Nama penulis: Agus Oloan Naibaho"

 
Blogger Templates