Social Icons

Pages

Jumat, 17 Januari 2014

SMANTILAS Tuan Rumah Hari Guru Nasional dan HUT PGRI Se-Kota Medan



PLT Kota Medan Pak Dzulmi Eldin saat menjadi Inspektur Upacara


Pembacaan Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Saat Perayaan Hari GUru

Tanggal 25 November menjadi hari spesial bagi guru-guru di seluruh tanah air, hari Guru Nasional yang ke-20 dan HUT PGRI ke-68 tahun ini dipusatkan di SMA Negeri 13 Medan Jl. Brigjend Zein Hamid Km.7 Titi Kuning Medan. Menjadi Tuan Rumah dalam sebuah event besar menjadi tantangan yang harus dijawab dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Kepala Sekolah, Drs. Ilyas, M.Pd. langsung menginstruksikan agar panitia Hari Guru yang telah dibentuk agar bekerja lebih serius, Wakasek Sarana dan Prasarana bekerja dengan cepat, mengerahkan tenaga kerja lebih banyak untuk mengecat sekolah, memperbaiki lapangan sekolah, para petugas upacara yang terdiri dari Pemimpin Upacara, Paskibra selaku pengibar bendera, Pembaca teks Undang-Undang Dasar 1945 berlatih lebih serius agar Upacara Hari Guru sukses dan berjalan dengan baik. Plt Walikota Medan yang dijabat oleh Bapak Drs. H. Dzulmi Eldin,S. M.Si. dan Plt Kadis Pendidikan Kota Medan yang dijabat oleh Ir. Syaiful Bahri beserta undangan tiba di SMA Negeri 13 Medan dan upacarapun berlangsung dengan khidmat dan baik. Selesai Upacara, Bapak Plt Walikota diberikan kesempatan untuk melihat dan mencoba website SMA Negeri 13 Medan, Absensi Flash dan melihat pameran pendidikan hasil karya peserta didik SMANTILAS. Acara berlangsung dengan meriah. Semoga tema “Mewujudkan Guru Kratif dan Inspiratif Dengan Menegakkan Kode Etik Untuk Penguatan Implementasi Kurikulum 2013” dapat diterapkan dengan baik, dan semoga Juara Adiwiyata dapat dipertahankan.

Hutan Sekolah Kompas Muda


Kompas Muda Memberikan Bantuan Buku dan Pohon


Guru dan Murid Menanam Pohon di sekitar SMA Negeri 13 Medan

Tanggal 22 Oktober 2013, SMANTILAS kedatangan tamu spesial dari KompasMuda.com, sekolah yang sukses dengan Program Peduli Lingkungan ini menjadi etalase Program KompasMuda bekerjasama dengan BRI dengan tema “Hutan Sekolah, Ayo Hijaukan Sekolahmu”. Warga sekolah, terutama Mudaers (sebutan untuk Peserta didik yang masih muda) diajak untuk bersama-sama melakukan penghijauan di areal sekolah yang memang masih Asri, mulai dari aksi menanam, menjaga sampai pohon tersebut tumbuh dan berkembang serta diwariskan untuk generasi berikutnya. Sungguh beruntung memang SMANTILAS mendapat kesempatan menjadi tuan rumah program KompasMuda bekerjasama dengan BRI, semoga bermanfaat. 

  
Suasana Acara Penanaman Pohon
 add link www.kompasmuda.com

Rabu, 15 Januari 2014

8 Langkah Mengisi PDSS 2014



PDSS atau Pangkalan Data Sekolah dan Siswa merupakan salah satu program unggulan Kemdikbud untuk menjaring lulusan SMA/SMK/MA Negeri maupun Swasta baik dari dalam negeri atau luar negeri untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Mulai tahun 2013, PDSS tahun ini telah memasuki masa yang kedua. Menggandeng dua provider besar yakni PT Telkom Indonesia dan PT POS Indonesia untuk menjangkau daerah-daerah yang masih belum tersambung internet diharapkan sekolah-sekolah dapat mengisikan PDSS nilai-nilai raport siswa-siswanya mulai dari semester 1 hingga semester 5 disertai bukti-bukti kejuaraan yang telah didapat siswa kelas XII ini.
Tahun 2014 sebanyak 50% daya tampung PTN dialokasikan untuk calon mahasiswa tahun 2014. Beritanya silakan baca di http://www.unpad.ac.id/2013/12/pengisian-pdss-snmptn-mulai-6-januari-2014/ dan sekali lagi mengikuti PDSS atau SNMPTN adalah GRATIS atau TIDAK DIPUNGUT BIAYA !
Langkah-langkahnya :
  1. Sekolah yang mendaftar PDSS SNMPTN 2014 adalah sekolah yang memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional atau NPSN silakan menuju http://pdss.snmptn.ac.id (saat ini alamat tersebut masih belum siap karena baru dibuka pada tanggal 6 Januari 2014)  – Pengisian PDSS oleh Kepala Sekolah dimulai 6 Januari 2014 dan berakhir 6 Maret 2014.
  2. Kepala Sekolah mendaftar dan memperoleh akun PDSS sekolah yang dipimpinnya berdasarkan profil sekolah serta sertifikat akreditasi sekolah, jangan lupa isikan data lengkap kepala sekolah yang bersangkutan (masih pada laman http://pdss.snmptn.ac.id (biasanya untuk login kepala sekolah mengisi NPSN dan password saat pendaftaran – siapkan email Kepala Sekolah jika password terlupakan)
  3. Kepala Sekolah yang bersangkutan mendaftarkan siswa kelas XII dari sekolahnya pada berbagai jurusan dengan mengisi NISN (nomor induks siswa nasional) dan Nama Siswa. (Jika tidak ada NISN bisa menghubungi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota Setempat atau ada mekanisme lainnya) – Batas Akhir Verifikasi atau Pendaftaran oleh Sekolah sampai dengan 6 Maret 2014 – jika tidak dilakukan maka Panitia Pusat SNMPTN yang mengasumsikan bahwa data PDSS yang diisikan dari sekolah yang bersangkutan sudah  Valid atau Benar !
  4. Setelah dilakukan verifikasi oleh Kepala Sekolah, maka siswa yang bersangkutan mendapat  username (biasanya NISN yang telah didaftar pada langkah ke-3) dan password. Password dapat diganti oleh siswa yang bersangkutan setelah bisa masuk atau login ke laman http://www.snmptn.ac.id 
    Pendaftaran oleh siswa dimulai dari tanggal 17 Februari – 31 Maret 2014.
  5. Siswa (calon mahasiswa) mengisi biodatanya lengkap, keterangan orang tua atau wali, penghasilan orang tua, profil dirinya. Kemudian baru bisa memilih program studi yang diminati. Pilihan Program Studi pada Perguruan Tinggi serta daya tampungnya bisa dibaca pada laman www.snmptn.ac.id pada saatnya sudah dibuka nanti.
  6. Selain itu calon mahasiswa (Siswa Kelas XII) pula yang mengisikan raport semester 1 hingga semester 5 (SMA/SMK/MA yang lama tempuh 3 tahun) atau raport semester 1 hingga semester 7 (siswa SMK/MAK yang menjalani pendidikan empat tahun)
  7. Selanjutnya Pengisian raport nanti akan diverifikasi oleh Kepala Sekolah, jika sudah diverifikasi oleh Kepsek maka Siswa Yang bersangkutan dapat mencetak Kartu Tanda Peserta SNMPTN 2014. Simpan baik-baik kartu tanda peserta ini untuk pendaftaran ulang jika calon mahasiswa diterima (Pengumuman Hasil SNMPTN 2014 pada tanggal 27 Mei 2014)
  8. Informasi dapat diunduh melalui www.snmptn.ac.id atau tautan download di laman http://www.snmptn.ac.id/INFO_SNMPTN_2014-3.pdf (klik kanan lalu pilih “save as”)
Selamat Berjuang ! Salam untuk Para Siswa kelas XII SMA/MA/SMK se-Indonesia se-Nusantara !

Selasa, 14 Januari 2014

Dino Patti Djalal, Kuingin Bukumu “Nasionalisme Unggul: Bukan Hanya Slogan”


Dino Sebagai Dubes RI untuk Amerika, Memperkenalkan Budaya Indonesia di Luar Negeri


Jika mendengar nama Dino Patti Djalal, maka apa yang terbayang tentang sosok ini? Bayangan saya jika mendengar nama Dino Patti Djalal adalah: seorang penulis pidato kenegaraan bapak Presiden Republik Indonesia saat ini, Susilo Bambang Yudhoyono jika ada pertemuan internasional. Bapak Dino Patti Djalal menjadi penulis pidato presiden dalam bahasa inggris, Pak Dino berperan penting dalam mengisi pidato Presiden, lebih tajam didengar ditelinga, lebih singkat, jelas, baik isi maupun intonasi Presiden saat berpidato. Pokoknya urusan isi dan cara penyampaian pidato Presiden menjadi urusan pak Dino Patti Djalal. Selain itu, Pak Dino juga menjabat Staff Khusus Urusan Internasional dan Juru Bicara Presiden RI semenjak Pak SBY menjadi Presiden tahun 2004 dan berlanjut ketika Pak SBY terpilih kembali menjadi Presiden untuk period eke-2 tahun 2009.
Namun, Pak Dino Patti Djalal sekarang lebih dikenal sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Negara adi kuasa Amerika Serikat. Menjadi duta besar di negeri adi kuasa ini bukan menjadikan pak Dino lupa akan tanah airnya. Selama di Amerika Serikat, tercatat pria kelahiran 10 September 1965 di Beogard, Yugoslavia ini selalu mempromosikan Indonesia di Amerika Serikat. Terbukti, lewat beberapa informasi yang saya himpun, pak Dino tahun 2009 pernah membuat sebuah film pendek yang berjudul “Luarbiasa Indonesia” yang bertemakan tentang transformasi pola pikir rakyat Indonesia menuju hidup stabil demokrasi yang disiarkan di CNN, CNBC, Al Jazeera, BBC dan stasiun-stasiun televisi internasional lainnya. Catatan lain yang menginsipirasi bagaimana pak Dino di Amerika Serikat adalah memperkenalkan budaya batik Indonesia yang kesohor itu, pada tahun 2011 pak Dino adalah konseptor dilaksanakannya American Batik Design Competition (ABDC), yaitu kompetisi desain batik yang pelaksanaannya di Amerika Serikat, sebagai bukti sosialisasi budaya Indonesia di luar negeri.
Gagasan beliau yang sangat mendapat apresiasi adalah gagasan pak Dino untuk membuat sebuah jaringan orang-orang Indonesia di seluruh luar negeri yang bernama Indonesia Diaspora Network (IDN) adalah jaringan global untuk para diaspora Indonesia, kata diaspora yaitu: perkumpulan warga Negara Indonesia di luar negeri. Jaringan ini telah tersebar luas di setiap Negara yang memungkinkan semua warga Negara Indonesia dapat berkomunikasi satu sama lain di luar negeri dan salah satu tujuan IDN ini adalah untuk memperkenalkan budaya Indonesia di tempat mereka tinggal di luar negeri. Kelebihan pak Dino yang lain adalah kemampuannya dalam menulis. Tercatat beliau adalah penulis best seller, walaupun penulis belum pernah membaca buku-buku beliau, namun dengan menulis tulisan ini, penulis yakin akan mendapat buku beliau yang berjudul “Nasionalisme Unggul : Bukan Sebuah Slogan”, sehingga penulis dapat menikmati kedasyatan dan kemampuan beliau dalam menulis, karena menurut beberapa artikel yang saya baca lewat media cetak maupun elektronik, didalam buku tersebut ada 145 ide atau gagasan inspiratif dari beliau tentang semangat, etos kerja dan ide yang akan beliau wujudkan demi Indonesia maju, jika beliau terpilih menjadi pemimpin di negeri ini. Beliau ingin Indonesia menjadi Negara maju, sama seperti keinginan seluruh kaum muda di Negara ini.
Dino Menjelaskan Konsep atau Ide "Indonesia Unggul"

Gagasan bapak dari tiga orang anak ini tentang “Indonesia Unggul” juga mendapat respon yang sangat baik dari kalangan muda Indonesia. Indonesia memang harus unggul dalam berbagai bidang kehidupan, namun konsep ini harus diawali dari perbaikan system pendidikan di Indonesia. Seperti yang saya tuliskan di blog dengan link http://edukasi.kompasiana.com/2014/01/15/pendidikan-yang-baik-dan-bermutu-akan-membentuk-manusia-indonesia-yang-unggul-di-berbagai-sektor-626502.html karena sangat tidak mungkin sumber daya Indonesia akan unggul, jika tidak dibekali dengan pendidikan serta system pendidikannya yang bagus, terarah, khusus dan tidak sarat dengan kepentingan pribadi, golongan maupun partai politik. Pendidikan untuk semua, artinya dengan system pendidikan yang baik, dimana anggaran Negara memang benar-benar dialokasikan untuk dunia pendidikan, perbaikan sarana maupun prasarana serta untuk peningkatan kualitas pendidikan, maka tidak mungkin ide atau gagasan “Indonesia unggul” akan terealisasikan ataupun terwujudkan.
Walau menurut survey tentang calon presiden konvensi Partai Demokrat, elektabilitas Dino Patti Djalal rendah dan berada dibawah atau bayang-bayang Dahlan Iskan, Pramono Edhie Wibowo, Anies Baswedan, dan Marzuki Alie, namun hal itu tidak menyurutkan seorang pak Dino untuk tetap maju dan bertekad mewujudkan ide ataupun gagasan-gagasan beliau. Semoga, sekembalinya dari tanah orang (Amrik), beliau mampu berkampanye dengan baik dan mampu mengungkapkan gagasan-gagasannya dalam bahasa yang gampang dimengerti oleh masyarakat luas, yang dapat diterima oleh logika, bukan hanya janji-janji semata, namun tetap pada konsep “Less Talk, To Do More”, yang artinya: Tidak banyak Janji…..!!!   Salam, Medan 15 Januari 2014.

Senin, 13 Januari 2014

Membuka Less Privat

Membuka Less Privat Komputer Untuk SD, SMP, SMA/SMK dan Guru-Guru, Tenaga Pengajar, Maupun Tenaga Kantoran yang ingin belajar Komputer.

Minggu, 12 Januari 2014

MYOB



Dalam jajak pendapat Tempo.co bulan Oktober (2013) lalu, terungkap bahwa 87% responden menjawab “ya” atas pertanyaan: “Apakah menurut Anda, selama satu tahun pemerintahan Jokowi - Ahok telah berhasil mengubah Jakarta?” Artinya, setelah setahun Jokowi dan Ahok menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, penduduk Jakarta dan dunia mengalami sesuatu yang berbeda dari sebelumnya. Sesungguhnya, apakah yang berbeda itu? Dan apakah memang Jakarta telah berubah dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya setelah Sutiyoso dan Fauzi Wibowo memimpin Jakarta puluhan tahun sebelumnya?
Sesungguhnya, kalau Anda sedang ke Jakarta, perubahan gerak dan fisik Jakarta masih belum berbeda jauh dari tahun-tahun sebelumnya. Memang Para monyet-monyet acrobat yang di training menjadi TKM alias Tenaga Kerja Monyet pencari duit dengan cara meminta-minta di pinggiran jalanan Jakarta, telah ditertibkan oleh Ahok yang memiliki “peri-kemonyetan” yang tinggi dengan akibatnya laju kendaraan menjadi lancer karena Para sopir dan penumpangnya tidak lagi memperlambat kendaraan untuk menonton atraksi Para monyet yang ujung-ujungnya mengulurkan tangan (monyet) meminta duit untuk Para boss-monyet yang telah melatih mereka (Para monyet) menjadi sangat mirip manusia Indonesia peminta-minta. Pak Lulung juga, seorang “lurah Tanah Abang” dan salah seorang Ketua DPRD Jakarta, berhasil dijinakkan Jokowi dan Ahok sehingga arus lalu lintas di Tanah Abang sudah menjadi sangat-sangat lancar karena Para pedagang kaki lima dan kaki enam (Para preman peliharaan Haji Lulung) telah di dorong masuk ke Blok G yang dulunya sarang penyamun dan sekarang berubah menjadi sarang duit untuk banyak orang. Soal banjir? Jakarta tidak pernah bebas banjir dari zaman doeloe sampai zaman sekarang, sejak masa Daendels menjadi boss Batavia sampai masa Agnes Monica mengalahkan popularitas Justin Beiber. Dan dipastikan, sampai Jokowi dan Ahok pension kelak, Jakarta masih tetap rawan banjir dan rawan tenggelam, kecuali jika Para koruptor negeri ini bisa di penjarakan semua dan anggaran penanganan banjir dapat digunakan dengan baik.
Jadi, apanya yang berubah? Yang sesungguhnya berubah adalah keyakinan orang. Setelah Ali Sadikin tidak lagi menjadi Gubernur Jakarta dan Hoegeng disuruh turun dari Kepala Polisi karena kejujurannya, maka rakyat Indonesia mengalami masa romantisme Para pejabat yang sungguh “banyak cakap” - seperti ucapan RD Dr. Friez R. Tambunan. “Banyak cakapnya” Para pemimpin Indonesia ini terlihat juga dengan seleranya membuat “pakta integritas” seperti yang dicontohkan oleh SBY, sang presiden, ketika menasehati Para pengurus partai democrat, agar taat hukum, bermoral dan beretika, berbahasa sopan-santun, dan tidak berkorupsi berjamaah.
Jadi, meski Jakarta belum berubah 25% pun, tetapi “pikiran” banyak orang mulai berubah. Perubahannya adalah adanya rasa optimism akan perubahan yang lebih besar dan lebih baik di masa depan. Asal saja Jokowi dan Ahok tidak ditembak-mati oleh Para “pereman dan perewoman” yang bisa saja disewa oleh orang-orang yang tidak menginginkan Jokowi dan Ahok mengubah Jakarta dan Indonesia ke arah yang lebih baik. Selain populer sebagai pemimpin yang penuh integrasi, Jokowi pun sudah menjadi “presiden” RI di benak dan mata sebahagian besar rakyat Indonesia, Ahok pun sudah menjadi penerus Jokowi untuk memimpin Jakarta. Ini juga yang membuat Aburizal Bakrie, Prabowo, Megawati, JK, Dahlan Iskan, Wiranto dan Mahfud MD bagaikan anjing menggonggong, Jokowi tetap lewat tanpa billboard, tanpa pamer istri memberikan sumbangan ke panti asuhan, dan tanpa topi-peci yang memperlihatkan imannya sudah setinggi Dolok Pusuk Buhit dan tanpa lawak-lawak ala vickinisasi.
Jokowi dan Ahok adalah pemimpin yang dapat membedakan mana profesi dan mana bisnis. Profesi mereka adalah tetap “servus servorum” yaitu pemuka masyarakat yang disumpah untuk menjadi “abdi-dalem” rakyat, dan bekerja untuk memuaskan rakyat semesta. Pemimpin yang cerdas adalah pemimpin yang membuat anak buahnya bisa berpikiran cerah, terang, futuristic, enak, sehingga merasa nyaman dan aman. Sedangkan bisnis mereka adalah menciptakan perubahan yang lebih baik: pertama-tama dalam pikiran dan kemudian mewujud ke actus - perbuatan. Pemimpin seperti Jokowi dan Ahok menyadari bahwa mereka ber-mandat “mengabdi” kepentingan masyarakat, tetapi tugas utamanya adalah membawa perubahan dan bukan melantumkan bait-bait kata-kata indah penuh romantisme yang membuat Para seniman puisi senang tetapi rakyat berang!
Menurut Romo Friez, kunci kekuatan Jokowi dan Ahok adalah MYOB! Mind Your Own Busines - ini adalah pesan sistem akuntansi keuangan yang diserukan untuk semua pemangku kepentingan umum untuk menyadari untuk apa sesungguhnya seseorang dipanggil, dilantik, diutus, diberi jabatan, diberi tongkat komando, dan diberi duit untuk diurus dan dipakai dengan berguna. Hendaknya semua tahu apa profesinya, dan tahu apa bisnisnya: untuk apa dia lahir dan hidup di dunia ini.
 
Blogger Templates